Snapshot fundamental
Analisis harian
Pergerakan harga. BUMI ditutup pada Rp 162, naik 3 poin (+1.89%) dari penutupan sebelumnya. Volume transaksi 245 juta lembar, 1.4× rata-rata 30 hari (175 juta). Day range Rp 159–164 berada di paruh atas rentang 52 minggu (Rp 92–192).
Konteks sektor. Pergerakan sejalan dengan kenaikan benchmark Newcastle coal (+0.8% ke US$ 142/ton) dan indeks sektor pertambangan IDX +1.2%. Peer batu bara: ADRO +1.4%, ITMG +0.9%, BYAN +0.6%, INDY +2.1%. Performa BUMI relatif berada di kuartil 1 hari ini.
Konteks fundamental. PER trailing 8.4× di bawah median sektor (11.2×). ROE 14.8% di atas peer. DER 0.94× masih dalam kisaran wajar untuk emiten komoditas siklikal. Cash & equivalent Q1 2026 US$ 421 juta memberikan ruang capex tanpa tekanan likuiditas.
Konteks komoditas global. Permintaan batu bara China Q2 2026 diproyeksikan naik 4–6% YoY (Refinitiv Eikon, Mei 2026). Rupiah depresiasi YTD 2.1% menguntungkan eksportir USD-denominated. Spread Newcastle vs harga domestik DMO (Domestic Market Obligation) tetap signifikan, mendukung margin ekspor.
Catatan tata kelola. Tidak ada pengumuman material BEI atau OJK terkait BUMI dalam 7 hari terakhir. Diingatkan: BUMI mengalami pergantian KAP audit pada 2022 (dari RSM ke EY) yang merupakan indikator yang patut diamati dari kacamata riset tata kelola, namun tidak ada material disclosure baru.
Profil singkat
PT Bumi Resources Tbk adalah produsen batu bara terbesar Indonesia dengan produksi 2024 mencapai 88 juta ton (target awal 90 juta). Beroperasi melalui dua subsidiary utama: PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin Indonesia, keduanya di Kalimantan Timur dengan total konsesi 4 WIUP aktif.
Cadangan terbukti 1.4 miliar ton (per laporan tahunan 2024) memberikan reserve life 16+ tahun pada tingkat produksi saat ini. Pendapatan 2024 US$ 1,742 juta (+12% YoY), net income US$ 287 juta (+28% YoY). Total utang USD 1.72 miliar dikurangi 8% YoY menunjukkan deleveraging berjalan. Sahamnya tercatat di IDX sejak Juli 1990 dan saat ini mayoritas dimiliki oleh entitas Bakrie Group.
Pemegang saham signifikan (≥5%)
Per disclosure terakhir OJK POJK 21/2020 dan KSEI settlement Q1 2026.
| Pemegang Saham | Tipe | Persentase | Jumlah Lembar |
|---|---|---|---|
| Bakrie Group entities (cascading) | Privat (3-layer SPV) | 28.4% | 41.0 miliar |
| Long Haul Holdings | Privat asing | 21.2% | 30.6 miliar |
| Public (free float) | Domestik + asing | 50.4% | 72.9 miliar |
Struktur Bakrie Group bersifat cascading via SPV 3 lapis. HAMPARAN merekomendasikan pembaca menelusuri rantai BO via laporan tahunan untuk komposisi terkini.
Corporate actions · 12 bulan
| Tanggal | Aksi | Detail |
|---|---|---|
| 15 Apr 2026 | RUPST | Penetapan dividen final FY2025 — keputusan masih pending |
| 20 Feb 2026 | Dividen interim | $0.008/lembar (cum date 5 Mar) |
| 10 Nov 2025 | Right Issue 1:5 | Penambahan modal untuk refinancing |
| 30 Sep 2025 | Laporan Q3 2025 | Net income +18% YoY |
| 18 Jun 2025 | Penggantian KAP | Auditor sebelumnya: RSM (2022) → EY (sejak 2022) |
Profil tata kelola
Catatan governance berdasarkan disclosure publik OJK, BEI, dan KSEI.
Riset HAMPARAN terkait
Working paper dan publikasi HAMPARAN yang relevan dengan analisis BMRI.
Perbandingan peer
Cohort produsen batu bara IDX large-cap.
| Ticker | Nama | PER | PBV | ROE | DER |
|---|---|---|---|---|---|
| BUMI | Bumi Resources | 8.4× | 1.2× | 14.8% | 0.94× |
| ADRO | Adaro Energy Indonesia | 7.2× | 1.4× | 19.4% | 0.62× |
| ITMG | Indo Tambangraya Megah | 5.8× | 1.6× | 28.1% | 0.21× |
| BYAN | Bayan Resources | 12.8× | 5.4× | 42.0% | 0.38× |