Snapshot fundamental
Analisis harian
Pergerakan harga. BMRI ditutup pada Rp 6,975, naik 50 poin (+0.72%) dari penutupan sebelumnya. Volume transaksi 28.4 juta lembar, di bawah rata-rata 30 hari (32.1 juta). Day range Rp 6,925–7,000 berada di paruh atas rentang 52 minggu (Rp 5,725–7,425).
Konteks sektor. Pergerakan sejalan dengan indeks sektor keuangan yang naik 0.58% dan IHSG +0.83%. Kompetitor langsung di Big-4 bank BUMN: BBRI +0.42%, BBNI +0.91%, BBCA +0.35%. Performa BMRI relatif terhadap peer berada di kuartil 2 hari ini.
Konteks fundamental. PER trailing 9.4× lebih murah dibanding median sektor (11.8×). ROE 21.4% di atas peer (median 14.5%), didukung NIM 4.9% dan CIR 39%. CAR 21.8% memberikan ruang ekspansi kredit. NPL gross 1.42% terendah ke-3 di Big-4 BUMN.
Konteks makroprudensial. Sensitivitas siklus keuangan global (faktor GFC composite) untuk kredit BUMN, berdasarkan riset HAMPARAN, mencapai +4.6 log points pada horizon 3 tahun setelah 2016 — empat kali magnitude pre-2014. Ini menunjukkan bahwa fase akomodasi dolar saat ini (DXY ▼ 4.2% YTD) secara historis mengangkat pertumbuhan kredit bank besar Indonesia.
Catatan tata kelola. Tidak ada pengumuman material BEI atau OJK terkait BMRI dalam 7 hari terakhir. Tidak ada perubahan komposisi direksi atau dewan komisaris. Tidak ada audit qualifier pada laporan keuangan terkini.
Profil singkat
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk adalah bank terbesar Indonesia berdasarkan total aset (Rp 2,289 triliun, Desember 2024). Didirikan 2 Oktober 1998 melalui merger empat bank BUMN (Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Ekspor Impor Indonesia, Bank Pembangunan Indonesia) sebagai bagian dari restrukturisasi pasca krisis Asia.
Beroperasi melalui 2,500+ cabang dan 13,000+ ATM, melayani 30 juta+ nasabah. Subsidiaries utama: Mandiri Tunas Finance (kendaraan), Mandiri Sekuritas (broker), Bank Mandiri Taspen (pensiunan), AXA Mandiri (asuransi). Sahamnya tercatat di IDX sejak 14 Juli 2003 dalam IPO pemerintah.
Pemegang saham signifikan (≥5%)
Per disclosure terakhir OJK POJK 21/2020 dan KSEI settlement Q1 2026.
| Pemegang Saham | Tipe | Persentase | Jumlah Lembar |
|---|---|---|---|
| Republik Indonesia | BUMN Persero (60%) | 52.00% | 48.46 miliar |
| Public (free float) | Domestik + asing | 48.00% | 44.74 miliar |
Status BUMN Persero menghasilkan kewajiban dividen minimum sesuai kebijakan pemerintah. Dalam 5 tahun terakhir payout ratio rata-rata 52%.
Corporate actions · 12 bulan
| Tanggal | Aksi | Detail |
|---|---|---|
| 15 Apr 2026 | RUPST | Penetapan dividen final FY2025 Rp 350/lembar |
| 28 Feb 2026 | Dividen interim | Rp 50/lembar (cum date 12 Mar) |
| 30 Sep 2025 | Laporan Q3 2025 | Net income +14% YoY |
| 14 Jul 2025 | Anniversary listing | 22 tahun di IDX |
| 22 Mei 2025 | RUPST | Penetapan dividen final FY2024 Rp 295/lembar |
Profil tata kelola
Catatan governance berdasarkan disclosure publik OJK, BEI, dan KSEI.
Riset HAMPARAN terkait
Working paper dan publikasi HAMPARAN yang relevan dengan analisis BMRI.
Perbandingan peer
Cohort Big-4 bank BUMN dan kompetitor swasta sistemik.
| Ticker | Nama | PER | PBV | ROE | NPL |
|---|---|---|---|---|---|
| BMRI | Bank Mandiri | 9.4× | 1.8× | 21.4% | 1.42% |
| BBRI | Bank Rakyat Indonesia | 10.2× | 2.1× | 19.8% | 2.94% |
| BBCA | Bank Central Asia | 22.4× | 4.6× | 21.7% | 1.68% |
| BBNI | Bank Negara Indonesia | 7.8× | 1.2× | 15.6% | 2.04% |